Siapa yang tahu
Bismillahirrahmaanirrahiim
Subhanallah walhamdulillah, Allah sebagai Dzat
yang memberikan kekuatan bagi setiap manusia untuk terus beribadah kepada-Nya,
yang memberikan hidayah kepada siapapun yang dikehendakinya tanpa memandang
tua-muda.
Suatu ashar di masjid kantor saya ada pemdangan
yang menakjubkan. Kala itu saya masih duduk di masjid setelah berwudlu, sambil
menunggu iqamah tiba. Masjid kantor saya kebetulan bentuknya terbuka, jadi sisi
kiri dan kanan masjid tidak ada tembok penghalang, sehingga jamaah dapat
melihat pemandangan luar dengan bebas.
Dari jarak 50 meter, terlihat ada seorang anak
perempuan yang memakai mukena, mungkin usianya 12 tahun-an (menurut saya),
mengendarai sepeda cowok, membonceng satu adik perempuannya yang duduk dibagian
depan, mungkin usianya terpaut 2 tahun, dan satu adik laki laki nya (adik terkecil)
yang mungkin baru masuk TK. Mereka semua berhenti di parkiran mobil kantor,
yang biassanya juga digunakan untuk parkir jamaah masjid.
Mata saya tidak bias berhenti untuk terus
memandangi mereka. Masha Allah, betapa senang kedua orang tuanya memiliki anak
yang begitu shalih-shalihah. Ya, mereka semua akan memnunaikan shalat ashar
berjamaah di masjid kantor kami, yang memang terbuka untuk umum. Iqamah pun
berkumandang saat mereka memasuki masjid. Lucunya, adik laki-laki terkecil tadi
terlihat masih malu-malu hingga kakak perempuannya menyuruhnya untuk bergabung
dengan jamaah laki-laki yang lain, karena si adik ini massih memisahkan diri
dari shaf.
Masha Allah, alangkah menyenangkannya
pemandangan ini, gumamku. Dengan wajah berseri-seri dan senyum sumringah mereka
menunaikan jamaah ashar sore itu, membuat saya sadar, bahwa hidayah memang
tidak ada yang tahu kepada siapa dan kapan datangnya, bahkan kepada anak kecil
sekalipun yang bahkan belum baligh, Allah tetap berikan. Maka bilamana hidayah
itu belum sampai kepada kita, marilah sejenak kita merenung, sebagai bentuk
lembutnya hati, sebagai wujud muhasabah diri tentunya agar hati kita senantiasa
merasa dekat dengan Tuhan, selain itu hidayah juga harus dijemput. Bagaimana? Carilah
teman yang baik yang dapat membawamu sampai pada hidayah itu (dengan izin
Allah), datangilah majelis ilmu, meskipun kamu malas tetaplah duduk dan
dengarkanlah ilmu yang disampaikan, kemudian berkumpullah dengan orang shalih-shalihah
agar kelak dapat menolongmu di kehidupan tempat kita kembali.
Wallahu a’lam bishshawwab.

Komentar
Posting Komentar