Raza

Raza, secepat ini kau pergi?
.
.
.
Rasanya baru kemarin Romadhon datang, kok udah cepet aja mau pergi ninggalin kita ya?
Belumlah cukup waktuku memanen pahala di bulan suci ini
begitu banyak target yang hampir saja terlewatkan.
Allohumma innaka 'afuwwun tuhibbull 'afwa fa'fu 'anni
.
.
.
Di sepuluh malam terakhir ini, dimana orang orang khususnya umat muslim menantikan akan datangnya sebuah malam yang telah disebutkan dengan jelas dalam al Qur'an, suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Kenapa di sepuluh malam terakhir? Rasulullah bersabda, " Carilah Laylatul Qadr pada malam ganjil dari sepuluh malam terakhir di bulan Romadhon." (HR Bukhari Muslim)
Malam yang penuh berkah, karena pada malam itu jika kita mendapatkannya, maka pahalanya adalah seperti beribadah seribu bulan. Hayo berapa tahun tuh? 84 tahun ada kalik ya? hehe.. padahal umur kita aja belum tentu bisa sampe di angka 84 -_-
Boleh jadi malam ini dimana malam ke-23 adalah malam laylatul Qadr, jadi mari perbanyak amal ya sholcan ^^
Setiap muslim sangatlah mendambakan malam ini, bagaimana tidak? kan datangnya cuma sekali dalam setahun hehe..
Rasulullah SAW bersabda "Barang siapa yang terjaga untuk mendapatkan malam Laylatul Qadr, kemudian benar benar mendapatkannya, maka dia telah diampuni dosa sebelum dan sesudahnya." (HR Ahmad)
Allah Ta'ala sengaja merahasiakan kapan sesungguhnya malam itu terjadi. Tujuannya tidak lain adalah agar umat manusia bersungguh sungguh beribadah di setiap malam bulan Romadhon. Namun demikian, ada loh tanda tanda malam Laylatul Qadr seperti yang disebutkan Rasulullah SAW, diantaranya adalah:
1. Udara atau angin pada malam itu terasa tenang
2. Matahari di pagi harinya tidak begitu panas dan berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru.
3. Malam tersebut tampak cerah dan terang.
4. Ibadah pada malam tersebut akan terasa lebih tenang dibandingkan malam-malam yang lain.
5. Terkadang, tanda tanda malam tersebut diperlihatkan oleh Allah dalam mimpi orang mukmin, seperti yang telah dialami oleh para sahabat.
Namun, sekali lagi, bahwa perintahNya adalah bersungguh sungguh memeperbanyak ibadah pada akhir akhir bulan Romadhon. Perkara di temukan dengan Laylatul Qadr hanyalah karunia yang Allah berikan kepada hamba yang dikehendaki-Nya, walaupun hamba tersebut tidak melihat tanda-tandanya.
Wallahu a'lam Bis Shawab.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Bersedih, Tunggulah Jalan Keluar!