Finally, I Got it!


For everything I’ve done till this time, i just wanna say “Alhamdulillah”
For Allah, who always guide me,
For Mum and Dad, who always

stay beside me, pray for me
For All teachers and lecturers, who kindly teach me
For my family, who always supported me,
and for all my friends, who will always be my bestfriend till Jannah Insha Allah J
Especiallly for the goverment who give me this really great chance to get this degree.
#TerimakasihBidikmisi

Gelar yang kupunya sesungguhnya bukan hanya sebuah akhiran yang akan jadi tambahan untuk namaku saja. Lebih kepada proses untuk mendapatkan tiga huruf yang  membuat namaku lebih panjang. Amd, kupikir bukan singkatan Ahli Madya hehe namun AlhaMDulillah J.
Teringat sebuah guyonan yang kuharapkan kan jadi nyata, waktu itu tepatnya di bulan April, kakak tingkatku wisuda. Seperti biasaUKM UKKI AA YKPN memberikan ucapan selamat dan bunga kepada kakak tingkat UKKI yang diwisuda. Sebagai junior yang memang saat itu aku belum begitu aktif di UKM, aku tidak begitu mengenal kakak tingkat UKKI dengan baik. Nah, saat itu aku kebagian tugas untuk memberikan salah satu bunga kepada wisudawati bernama mbak Padma. Aku tak tahu mana orangnya. Sambil menunggu wisudawati keluar dari gedung serbaguna, aku membaca koran yang ternyata sengaja diberikan secara cuma cuma dari AA YKPN untuk para wali wisudawan. Sekilas aku membaca bahwa wisudawan terbaik memperoleh IPK 3,96. Akupun mencari baris dimana nama wisudawan itu, rasanya aku ingin sekali menjabat tangannya, memberikan ucapan selamat atas prestasi luar biasanya itu. Akhirnya kutahu, bahwa wisudawan itu adalah mbak Padma, seseorang yang akan kuberi bunga.
Aku berdiri di depan gedung bersama rekan rekan untuk menyambut para wisudawan turun dari gedung. Setelah lama kepanasan Alhamdulillah ketemu juga sama yang namanya mbak Padma itu. Kuberikan bunganya, kuucapkan selamat, dan kuminta doa darinya. “Mbak, doakan ya besok aku kayak mbak Padma juga, di posisimu saat ini.” Dia tersenyum dan lalu menjawab “Iya, Aamiin.”
Subhanallah walhamdulillah, adakah kata yang tepat untuk mengungkapkan apa yang kurasakan saat wisudaku kemarin? Kupikir aku hanya ingin bersujud untuk seluruh nikmat sedang amalku masih cacat. Duh Rabbii, lagi lagi Engkau membuatku merasa malu. Alhamdulillah, aku benar benar merasakan apa yang mbak Padma rasakan. Yeay, 3.99 sebagai IPK terakhirku. Meskipun tak menjadi sempurna dengan ber-IPK 4.00, aku merasa syukur dengan pencapaianku ini. Aku berpikir bahwa 3.99 adalah angka ketidaksempurnaanku, dan 0.01 adalah sisanya. Begitu caraku menjelaskan. Karena tidak ada apapun yang perlu aku banggakan. Angka 0.01 mengingatkanku bahwa aku tak bisa menjadi sempurna, dan tak akan pernah. Dia, dan selamanya hanya Dia yang Maha Sempurna. Bukankan benar begitu?
Dulu hingga saat ini, aku bersyukur untuk semuanya. Semua hal yang tak mampu kuungkapkan satu per satu. Semuanya yang selalu erat menggenggamku, memberiku senyuman saat hanya air matalah satu satunya yang kupunya. Semua yang begitu menguatkanku, terimakasih, jazaakumullah khayran katsiran.  




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Bersedih, Tunggulah Jalan Keluar!