Cognito Ergosum

“Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar,maka jadilah penulis.”

Begitulah kata Imam Al Ghazali sang ulama termasyhur yang menjadi motivasiku untuk menulis.  
Karena aku bukan anak raja, apalagi ulama, jadi rasanya kata kata itu cocok banget. Iya kalo anak raja pasti dia kan bertahta dan harus menjadi penerus kepemimpinan Sang Raja,nah jadi dia yang akan menjadi obyek penulis. Kalo anak ulama, ya dia harus meneruskan dakwah sang Ulama. Jadi bukan dia yang menulis, tapi dialah yang akan mengajari muridnya untuk menulis ^ ^. 
Keinginanku menulis itu karena aku menyukai pena, selain itu mamaku juga suka menulis. Saat aku terlelap, mama mengambil bolpoint ku dan selembar kertas, lalu menulis apa yang sedang ia pikirkan. Aku kadang tak sengaja membaca tulisannya. Dari situ awal mulanya aku suka nulis dan mengikuti apa yang mama lakukan. Aku merasa dengan menulis itu dapat mengurangi beban saat semua sedih ku tumpahkan lewat penaku (satu hal, itu karena Allah). Terkadang aku hanya  sekadar mencorat coret kertas, agar terangsang pemikiranku, jadi saat aku tidak bisa memikirkan sesuatu untuk ditulis, aku akan tetap mencoba untuk menulis. Yup, seperti kata Barbara.
Asiknya nulis itu saat lagi perasaanya seneng banget, atau sedih banget. Jadi kalo lagi biasa biasa aja yaaa idenya kurang cetar hihihi. Itu menurutku sih. Namanya juga belajar, step by step dong, harus sabar memang. Menulis bagiku lebih indah dan menyenangkan daripada harus ngomong secara langsung (yaiyalah). Tapi ada juga yang kalo disuruh megang pena langsung bingung mau ngapain, bingung apa yang harus ditulis, karena mereka tidak terbiasa. Aku suka pada puisi, cerpen, novel, syair. Ya meskipun butuh pemahaman ekstra kalo untuk yang terakhir itu.


Detik yang Hilang

Tahukah engkau bilamana daun kan jatuh dari pohonnya?
Tidak,bukan?
Hanya dan hanya Dia yg Maha Mengetahui semuanya
Sungguh, tiada dapat tertunda masanya
Tiada mampu bersembunyi
Takkan mampu berlari untuk menghindari
Tiada memandang rupa, usia, dan tahta
Tiada seorangpun yg mampu menolaknya
Ya Rabb,,, andaikan masa itu kutahu
Pastilah kan ku siapkan diri tuk menemuiMu
Akan ku berikan seluruh waktuku di hari itu untukMu
Ku teringat kini wahai Ya Hayyu
kau adalah Qiyamuhu Binafsihi
sedang daku hanya hamba
aku bersandar dalam pelukmu
membutuhkanmu? lebih dari itu
sesungguhnya 
Hidupku, matiku,dan ibadahku 
hanya untukMu


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jangan Bersedih, Tunggulah Jalan Keluar!